Tumi: Bermula dari Dewa Peru, Kini Menjadi Standar Emas Tas Pebisnis Dunia

Di ruang tunggu bandara kelas bisnis atau lobi kantor multinasional, Anda pasti akan menemukan tas berwarna hitam dengan bahan nilon balistik yang kokoh. Itu adalah Tumi. Merek ini telah menjadi "seragam" tidak resmi bagi para road warrior pebisnis yang menghabiskan separuh hidupnya dalam perjalanan.

Namun, di balik citranya yang sangat korporat dan modern, Tumi memiliki asal-usul yang cukup eksotis dan spiritual.


Sejarah: Inspirasi dari Korps Perdamaian (1975)


Tumi didirikan pada tahun 1975 oleh Charlie Clifford. Sebelum menjadi pengusaha, Clifford adalah sukarelawan Peace Corps (Korps Perdamaian) yang bertugas di Peru, Amerika Selatan. Nama "Tumi" sendiri diambil dari nama pisau upacara seremonial yang digunakan oleh suku Inca kuno untuk pengorbanan. Pisau Tumi juga sering dianggap sebagai simbol keberuntungan di Peru.


Awalnya, Clifford hanya mengimpor tas kulit dari Amerika Selatan ke New Jersey. Namun, titik balik sesungguhnya terjadi pada tahun 1980-an ketika Tumi memperkenalkan material revolusioner: FXT Ballistic Nylon.


Bahan ini awalnya dikembangkan oleh militer untuk rompi anti-peluru (flak jackets) guna melindungi tentara dari serpihan peluru. Tumi mengadaptasi ketangguhan bahan ini menjadi tas travel yang lembut namun hampir mustahil untuk dirobek atau dihancurkan. Inovasi inilah yang melambungkan nama Tumi sebagai pembuat tas paling awet di dunia.


Keunikan lain dari Tumi adalah Tumi Tracer. Sejak tahun 1999, setiap tas Tumi dilengkapi dengan plat logam berisi 20 digit kode unik. Jika tas Anda hilang dan ditemukan orang, kode ini bisa dilacak untuk mengembalikan tas tersebut kepada pemiliknya, sebuah fitur yang sangat dicintai oleh para pelancong.

Rekomendasi Tas Tumi Paling "Worth It"


Dengan harga yang cukup premium, memilih Tumi harus tepat sasaran. Berikut adalah model yang dianggap paling bernilai investasi:


1. Tumi Alpha 3 Brief Pack


Ini adalah "raja" dari segala tas ransel bisnis. Menggunakan bahan Signature Ballistic Nylon, tas ini memiliki organisasi saku yang luar biasa detail. Ada tempat khusus untuk laptop, tablet, kartu nama, hingga saku anti-air untuk payung basah. Jika Anda mencari satu tas yang bisa dipakai "perang" selama 10 tahun ke depan, ini jawabannya.


2. Tumi Voyageur Celina Backpack


Untuk wanita atau pria yang menginginkan tampilan lebih ramping dan tidak terlalu kaku, seri Voyageur adalah pilihan tepat. Bahannya menggunakan nilon yang lebih halus dan ringan, namun tetap dilengkapi fitur fungsional seperti luggage sleeve (untuk dikaitkan ke koper) dan kompartemen laptop yang aman.


3. 19 Degree Aluminum Carry-On


Jika Anda menyukai koper keras (hard case), seri 19 Degree dengan bahan aluminium adalah pesaing berat Rimowa. Desainnya yang bergelombang unik membuatnya terlihat sangat artistik, dan sistem pengunciannya sangat aman tanpa ritsleting.


Tumi Juga Bisa Rusak: Ballistic Nylon Butuh Perawatan

Meskipun Tumi dikenal "tahan banting", bukan berarti ia "anti-kotor" atau "anti-rusak". Tas Tumi yang dipakai setiap hari untuk perjalanan dinas rentan mengalami:


Noda pada Nilon: Debu jalanan dan tumpahan kopi bisa masuk ke sela-sela serat nilon balistik, membuat warna hitamnya menjadi kusam atau keputihan.


Ritsleting Macet: Ini adalah masalah paling umum pada tas yang sering dipaksa menutup saat kelebihan muatan (overpack).


Handle/Gagang Rusak: Bagian kulit pada pegangan tas sering kali mengelupas atau jahitan putus karena menahan beban berat laptop dan dokumen.


Jangan biarkan tas Tumi seharga belasan juta rupiah terlihat dekil saat rapat dengan klien penting. Cleanwear Indonesia menyediakan layanan Cuci dan Reparasi khusus untuk tas heavy-duty seperti Tumi.


Deep Cleaning: Mengangkat noda membandel dari serat nilon balistik agar kembali hitam pekat.


Reparasi: Kami dapat memperbaiki ritsleting yang rusak, menjahit kembali tali yang putus, hingga melakukan retrim pada bagian kulit yang mengelupas.


Jaga profesionalisme Anda dengan tas yang selalu prima bersama layanan kami.