Review Film "Agak Laen": Komedi Horor yang Mengocok Perut Sekaligus Menghangatkan Hati
Jika ada satu film Indonesia yang berhasil mendefinisikan ulang genre komedi horor belakangan ini, jawabannya adalah "Agak Laen". Film yang dibintangi oleh kuartet podcaster ternama—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga—ini bukan sekadar film lucu-lucuan biasa. Ia adalah paket lengkap yang menawarkan tawa, ketegangan, dan air mata dalam satu durasi tayang.
Sinopsis Singkat: Demi Renovasi Rumah Hantu
Premisnya sederhana namun dieksekusi dengan brilian. Empat sekawan yang bekerja sebagai penjaga wahana Rumah Hantu di sebuah pasar malam ("Pasar Malam Rawa Senggol") sedang di ambang kebangkrutan. Wahana mereka tidak menyeramkan, justru membosankan. Demi melunasi utang dan biaya pengobatan keluarga, mereka merenovasi rumah hantu tersebut agar lebih seram.
Sialnya, usaha mereka berhasil "terlalu baik". Seorang pengunjung (yang ternyata caleg) meninggal di dalam wahana karena serangan jantung akibat kaget. Panik, keempat sekawan ini memutuskan untuk mengubur jenazah tersebut di dalam wahana. Ironisnya, arwah sang pengunjung justru membuat rumah hantu itu menjadi viral karena benar-benar menyeramkan.
Review: Chemistry yang Solid dan Komedi Natural
Kekuatan utama film ini terletak pada chemistry keempat pemain utamanya. Karena mereka sudah bersahabat di dunia nyata, setiap celetukan, makian khas Medan, dan interaksi mereka terasa sangat natural dan tidak dibuat-buat. Komedinya mengalir deras, memanfaatkan situasi absurd yang mereka hadapi.
Namun, di balik tawa yang meledak-ledak, sutradara Muhadkly Acho berhasil menyelipkan pesan emosional yang kuat tentang persahabatan dan perjuangan kelas pekerja. Penonton diajak melihat betapa kerasnya kehidupan pekerja pasar malam yang harus berjibaku dengan lumpur, debu, dan ketidakpastian ekonomi demi menyambung hidup.
Pesan Moral: Kerja Keras dan "Kotor-kotoran"
Film ini menggambarkan bahwa untuk mencapai tujuan (atau dalam kasus mereka, menyembunyikan rahasia), seseorang sering kali harus "berani kotor". Mereka berlarian di area pasar malam yang becek, menggali tanah, hingga menghadapi situasi yang kacau balau.
Melihat perjuangan Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang pontang-panting di pasar malam mengingatkan kita bahwa aktivitas luar ruangan—baik itu bekerja keras atau sekadar menikmati hiburan di pasar malam—memiliki konsekuensi pada penampilan kita. Debu, tanah liat, dan noda lumpur adalah musuh utama bagi pakaian dan, tentu saja, sepatu yang kita pakai.
Sepatu yang dipakai beraktivitas berat di medan yang tidak menentu seperti itu rentan mengalami kerusakan jika tidak segera dibersihkan. Noda tanah yang mengering dapat merusak material sepatu, sementara keringat yang menumpuk bisa menimbulkan bakteri. Sama seperti keempat sekawan yang berusaha "membersihkan" masalah mereka, sepatu Anda juga butuh solusi pembersihan yang tuntas.