Era Baru Mode: Deretan Brand yang Melesat Menjadi Raksasa Baru dalam 5 Tahun Terakhir

Dunia mode selalu bergerak cepat, namun lima tahun terakhir (2020–2025) mencatat pergeseran yang sangat signifikan. Pandemi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih mengutamakan kenyamanan dan fungsi telah melahirkan "raja-raja baru" di industri ini.


Merek-merek yang dulunya dianggap niche atau bahkan tidak dikenal, kini mendadak ada di mana-mana dari kafe di Jakarta Selatan hingga pusat perbelanjaan di Surabaya. Berikut adalah beberapa nama yang sukses mendominasi pasar dalam waktu singkat.


1. On Running dan Hoka: Revolusi Alas Kaki Nyaman


Jika dulu sneakers didominasi oleh logo Swoosh atau Tiga Garis, lima tahun terakhir adalah era bagi Hoka dan On Running. Kedua brand ini sukses besar karena satu alasan: kenyamanan ekstrem.


Hoka dengan sol tebalnya (maximalist cushion) dan On dengan teknologi CloudTec (sol berlubang) awalnya hanya dipakai pelari maraton. Namun, tren Gorpcore dan kebutuhan akan sepatu jalan yang nyaman membuat kedua brand ini kini dipakai oleh semua kalangan, mulai dari perawat rumah sakit hingga eksekutif muda.


2. Beyond The Vines (BTV): Kekuatan Desain Utilitarian


Dari Singapura untuk dunia, Beyond The Vines meledak berkat Dumpling Bag-nya. Tas berbahan nilon parasut yang bisa dilipat kecil ini menjadi simbol kepraktisan kaum urban. Desainnya yang simpel, warnanya yang beragam, dan sifatnya yang tahan air menjadikan BTV sebagai tas wajib punya bagi milenial dan Gen Z di Asia Tenggara, menyaingi popularitas tas-tas kulit konvensional.


3. Telfar: "Bushwick Birkin"


Di kancah internasional, Telfar mendefinisikan ulang kemewahan yang inklusif. Dengan slogan "Not for you, for everyone", tas belanja berlogo T timbul ini menjadi fenomena global. Telfar membuktikan bahwa tas it-bag tidak harus terbuat dari kulit hewan mahal, melainkan bisa dari vegan leather dengan desain yang ikonik dan komunitas yang kuat.


Tantangan Merawat Material Modern


Kesamaan dari brand-brand pendatang baru ini adalah penggunaan material yang inovatif namun menantang dalam perawatan.

Technical Mesh (Hoka/On): Sepatu lari modern menggunakan jaring (mesh) berpori besar untuk sirkulasi udara. Masalahnya, debu dan lumpur sangat mudah masuk ke dalam serat jaring ini dan sulit dibersihkan hanya dengan sikat biasa tanpa merusak teksturnya.


Nilon Parasut (BTV): Tas nilon memang tahan air, tetapi sangat rentan terhadap noda minyak atau tinta yang menyerap ke dalam serat kain. Selain itu, jahitannya sering kali lepas jika membawa beban terlalu berat.

Vegan Leather (Telfar): Bahan kulit sintetis modern membutuhkan kelembapan yang pas. Jika terlalu kering atau lembap, permukaannya mudah retak atau mengelupas.


Solusi Perawatan untuk Brand Masa Kini


Memiliki barang-barang hype ini menuntut perawatan yang juga modern. Cleanwear Indonesia memahami karakteristik material-material baru ini.


Cuci (Cleaning): Kami menggunakan teknik deep cleaning yang aman untuk technical mesh sepatu lari maupun nilon tas, mengangkat kotoran dari pori-pori terdalam tanpa merusak lem atau warna.


Reparasi (Repair): Sol sepatu lari Anda mulai terbuka (mangap) karena sering dipakai? Atau jahitan tas nilon Anda terlepas? Tim reparasi kami siap melakukan reglue (pengeleman ulang) dan penjahitan kembali agar barang favorit Anda siap dipakai beraksi lagi.