Converse vs Vans: Duel Abadi Dua Legenda Kanvas, Mana yang Cocok untuk Gaya Anda?
Di dunia sneakers, tren datang dan pergi. Namun, ada dua nama yang tidak pernah tergeser dari rak sepatu anak muda selama lebih dari setengah abad: Converse dan Vans. Keduanya ikonik, harganya relatif terjangkau, dan bisa dipadukan dengan hampir semua outfit.
Namun, perdebatan tentang mana yang lebih baik tidak pernah usai. Apakah tim Chuck Taylor atau tim Old Skool? Mari kita bedah perbandingannya.
1. Sejarah dan Vibe
Converse (Chuck Taylor All Star): Lahir di lapangan basket pada awal 1900-an. Converse memiliki aura vintage dan rebel yang kuat. Identik dengan musisi rock, punk, dan grunge. Jika Anda ingin tampilan yang klasik, timeless, dan sedikit edgy, Converse adalah rajanya.
Vans: Lahir di kolam renang kosong California pada tahun 1960-an. Vans adalah DNA-nya anak skate. Dengan siluet yang lebih santai dan "gemuk", Vans memberikan kesan laid-back, kasual, dan streetwear yang kental.
2. Kenyamanan dan Fit
Converse: Dikenal memiliki potongan yang sempit (narrow). Bagi pemilik kaki lebar, Converse (terutama model klasik non-70s) bisa terasa menjepit di bagian jari kelingking. Solnya cenderung datar dan tipis, sehingga Anda bisa "merasakan" jalanan.
Vans: Umumnya memiliki ruang jari (toe box) yang lebih lebar dan bantalan leher sepatu (padded collar) yang empuk (pada model Old Skool/Sk8-Hi). Sol waffle khas Vans memberikan cengkeraman (grip) yang luar biasa, namun juga cukup berat dibandingkan Converse.
3. Durabilitas: Masalah Klasik Sepatu Kanvas
Keduanya menggunakan material utama kanvas dan sol karet vulkanisir.
Converse: Kelemahan utamanya adalah karet bagian samping (foxing) yang sering lepas atau retak di bagian lekukan kaki jika sering dipakai berjalan jauh.
Vans: Masalah utamanya sering terjadi pada warna kanvas (terutama hitam) yang cepat pudar (fading) menjadi kemerahan jika sering terpapar matahari, serta bagian tumit dalam yang cepat jebol karena gesekan.
Musuh Bersama: Debu dan Karet Menguning
Tidak peduli Anda memilih Converse atau Vans, keduanya memiliki musuh yang sama: Kotoran.
Bahan kanvas memiliki serat kain yang menyerap noda cair dan debu dengan sangat cepat. Sekali terkena lumpur atau tumpahan kopi, noda akan sulit hilang jika hanya dilap. Selain itu, bagian karet putih pada sol (midsole) kedua sepatu ini sangat rentan mengalami yellowing (menguning) karena oksidasi jika tidak dirawat dengan benar.
Mencuci sepatu kanvas sembarangan dengan deterjen pakaian bisa membuat lem sepatu lepas dan warna kanvas memudar drastis.
Di sinilah Cleanwear Indonesia berperan. Kami adalah spesialis perawatan sepatu kanvas.
Canvas Deep Cleaning: Kami menggunakan teknik sikat dan cairan khusus yang mengangkat kotoran dari serat kain tanpa merusak warna asli sepatu.
Un-Yellowing: Sol karet Converse atau Vans Anda sudah kuning? Kami memiliki treatment khusus untuk memutihkannya kembali.
Reglue: Sol samping Converse Anda mulai "mangap"? Tim reparasi kami siap mengelem ulang dengan kuat.
Apapun pilihan Anda, pastikan Converse atau Vans Anda tetap bersih agar gaya kasual Anda tetap terlihat fresh.