Bukan Cuma "Selain Donatur Dilarang Ngatur", Ini Prinsip Hidup Gen Z Lainnya yang Bikin Mental Tetap Waras
Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh satu kalimat sakti yang seolah menjadi tameng bagi anak muda masa kini: "Selain donatur, dilarang ngatur." Oleh Selebgram sekaligus Pebisnis sukses Michelle Halim.
Kalimat ini bukan sekadar lelucon atau bentuk arogansi. Bagi Gen Z (dan Milenial akhir), ini adalah manifestasi dari penegakan boundaries. Di tengah banjir informasi dan komentar orang lain tentang hidup kita mulai dari kapan nikah, kerja di mana, sampai gaya berpakaian anak muda mulai berani berkata "Cukup".
Namun, selain mantra tentang donatur tersebut, ada beberapa statement atau prinsip lain yang kini dipegang teguh oleh Gen Z untuk menjaga kewarasan di tahun 2025:
1. "Minimal Effort, Matching Energy"
Dulu kita diajarkan untuk selalu berbuat baik tanpa pamrih. Namun, di era toxic relationship dan lingkungan kerja yang manipulatif, Gen Z memilih prinsip reciprocity. Jika orang lain memberikan energi positif, mereka akan membalasnya. Tapi jika orang lain hanya datang saat butuh atau bersikap pasif-agresif? Skip. Tidak ada lagi membuang energi untuk orang yang tidak menghargai kehadiran kita.
2. "Kerja Keras Boleh, Tipes Jangan"
Hustle culture yang mengagungkan kerja lembur sampai pagi mulai ditinggalkan. Gen Z sangat peduli pada Work-Life Balance dan kesehatan mental. Sukses itu penting, tapi kalau gaji habis cuma buat bayar rumah sakit, buat apa? Prioritas bergeser dari "gila kerja" menjadi "kerja cerdas".
3. "Investasi di Experience, Bukan Validasi"
Alih-alih pusing memikirkan omongan tetangga, Gen Z lebih memilih menghabiskan uang untuk experience (nonton konser, traveling, thrifting) atau merawat barang yang mereka suka. Mereka tidak butuh validasi orang lain untuk merasa keren.
Standar Tinggi untuk Diri Sendiri (dan Barang Kesayangan)
Sikap "Dilarang Ngatur" ini menunjukkan bahwa Gen Z punya standar sendiri. Mereka tidak mau didikte, tapi mereka sangat disiplin dalam merawat apa yang menjadi milik mereka.
Prinsip ini juga berlaku pada penampilan. Gen Z mungkin cuek dengan nyinyiran orang, tapi mereka sangat peduli pada self-expression. Tampil dengan outfit yang keren adalah bentuk menghargai diri sendiri. Dan percayalah, tidak ada yang lebih merusak mood dan wibawa selain sepatu yang kotor berlumpur atau tas yang talinya putus.
Menjadi mandiri dan punya prinsip itu keren, tapi jangan sampai barang-barang penunjang gayamu terlihat menyedihkan. Cleanwear Indonesia hadir sebagai partner gaya hidup kamu.
Self-Care untuk Sepatu: Layanan cuci sepatu kami memastikan langkahmu tetap bersih dan percaya diri saat menghadapi dunia.
Smart Saving dengan Reparasi: Gen Z itu pintar atur duit. Daripada beli tas baru yang mahal, mending reparasi tas lama yang rusak di Cleanwear. Lebih hemat, lebih sustainable, dan uangnya bisa dipakai buat healing.
Jadi, hidupmu jangan mau diatur orang lain, tapi kebersihan sepatu dan tasmu, biarkan kami yang atur!